<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>shella &#187; kespro</title>
	<atom:link href="http://shella.wa2n.web.id/category/kespro/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://shella.wa2n.web.id</link>
	<description>belajar nulis di blog ini..</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Feb 2009 12:57:09 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>PCOS (Polycystic Ovaries Syndrome)</title>
		<link>http://shella.wa2n.web.id/2009/01/29/pcos-polycystic-ovaries-syndrome/</link>
		<comments>http://shella.wa2n.web.id/2009/01/29/pcos-polycystic-ovaries-syndrome/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jan 2009 22:05:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shella</dc:creator>
				<category><![CDATA[kespro]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan reproduksi]]></category>
		<category><![CDATA[kista]]></category>
		<category><![CDATA[PCOS]]></category>
		<category><![CDATA[polycycstic]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shella.wa2n.web.id/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[


 Namanya emang keren, tapi penyakitnya ndak keren blas! wuih.. denger Polycystic Ovaries Syndrome, yang terbayang di anganku adalah : itu pasti sesuatu yang mengganggu di bagian organ reproduksi wanita. iseng2 ah, cari di artikel situs tetangga, mungkin bisa menambah wawasan karena di bangku kuliah dulu belum diajarin PCOS (ya iyalah!! kuliah ndak di kedokteran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="float: left;margin: 4px;"><script type="text/javascript"><!--
google_ad_client = "pub-4447173130632558";
/* 728x90, created 2/11/09 */
google_ad_slot = "7959174734";
google_ad_width = 728;
google_ad_height = 90;
//-->
</script>
<script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">
</script></p> <p>Namanya emang keren, tapi penyakitnya ndak keren blas! wuih.. denger Polycystic Ovaries Syndrome, yang terbayang di anganku adalah : itu pasti sesuatu yang mengganggu di bagian organ reproduksi wanita. iseng2 ah, cari di artikel situs tetangga, mungkin bisa menambah wawasan karena di bangku kuliah dulu belum diajarin PCOS (ya iyalah!! kuliah ndak di kedokteran kok ngarep dapat penerangan masalah kesehatan reproduksi?? capjay d!! <img src='http://shella.wa2n.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> )</p>
<p><span id="more-15"></span>PCOS merupakan suatu sindrom (kumpulan gejala) yang terjadi karena penumpukan folikel-folikel pada indung telur yang berkembang tidak sempurna.</p>
<p>Pada keadaan normal, ovarium (indung telur) hanya memproduksi sedikit androgen, namun pada penderita PCOS, androgen meningkat sehingga keadaan ini ditandai dengan adanya siklus haid yang tidak teratur, sedikit atau tidak mendapat haid, ditemukannya kista-kista kecil pada indung telur (ovarium polisistik), hirsutisme (tumbuhnya rambut berlebihan), muncul jerawat berlebihan pada wajah dan infertilitas (ketidaksuburan), serta kadang-kadang disertai dengan peningkatan berat badan.</p>
<p>Penyebab penyakit ini belum sepenuhnya diketahui. Belum diketahui gen spesifik yang menjadi penyebab PCOS namun menurut info di wikipedia, PCOS disebabkan oleh beberapa kelainan genetis. PCOS memang merupakan salah satu tumor jinak yang berbentuk kista (kantung atau benjolan yang berisi cairan) indung telur.  Pada jangka panjang, jika tumor ini tidak diobati, dapat membahayakan karena meningkatkan resiko terjadinya kanker endometrium, diabetes, dan penyakit jantung.</p>
<p>Bagi penderita PCOS dan ingin hamil, jangan berkecil hati. Pengobatan awal adalah diet dan olahraga teratur terutama jalan kaki atau berlari untuk mengurangi berat badan dan merangsang reseptor insulin agar tidak terlalu resisten terhadap insulin.  Perbanyak juga makan berserat seperti sayur dan buah (ini syarat untuk penderita PCOS atau jenis kista-kista lain), hindari makanan berlemak, makanan berkolesterol, makanan yang digoreng, junk food, juga makanan yang diproses dengan pembakaran (karena oksidannya yang berwarna hitam akibat proses pembakaran = gosong, dapat memicu radikal bebas dan kanker). Hindari menjadi perokok aktif dan pasif.</p>
<p>Obat2 yang biasa diberikan kepada penderita PCOS adalah: Pil KB (i.e: Diane) untuk mengatur haid, Metformin (obat diabetes meski tidak terdeteksi diabetes kadang diberikan kepada pasien suspect PCOS), obat penyubur jika ingin hamil (i.e: profertil) dengan dosis rekomendasi.</p>
<p>Menurut salah satu Dokter SpOG, PCOS memang merupakan salah satu penyebab infertilitas pada wanita namun, dengan pengobatan yang intensif, kesuburan dan kehamilan dapat diperoleh kembali. Jangan lupa, biasakan pola makan sehat dan olah raga teratur.</p>
<p><map name='google_ad_map_15_c52fde7440436d98'>
<area shape='rect' href='http://imageads.googleadservices.com/pagead/imgclick/15?pos=0' coords='1,2,367,28' />
<area shape='rect' href='http://services.google.com/feedback/abg' coords='384,10,453,23'/></map>
<img usemap='#google_ad_map_15_c52fde7440436d98' border='0' src='http://imageads.googleadservices.com/pagead/ads?format=468x30_aff_img&amp;client=&amp;channel=&amp;output=png&amp;cuid=15&amp;url= http%3A%2F%2Fshella.wa2n.web.id%2F2009%2F01%2F29%2Fpcos-polycystic-ovaries-syndrome%2F' /></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shella.wa2n.web.id/2009/01/29/pcos-polycystic-ovaries-syndrome/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KISTA</title>
		<link>http://shella.wa2n.web.id/2009/01/28/kista/</link>
		<comments>http://shella.wa2n.web.id/2009/01/28/kista/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Jan 2009 11:58:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shella</dc:creator>
				<category><![CDATA[kespro]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan reproduksi]]></category>
		<category><![CDATA[kista coklat]]></category>
		<category><![CDATA[kista endometrium]]></category>
		<category><![CDATA[kista ovarium]]></category>
		<category><![CDATA[ovarium]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shella.wa2n.web.id/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[[#3: Edit Options>MightyAdsense>Adsense Code] Kita sering denger istilah kista, kista adalah suatu kantong berisi cairan, kista seperti balon berisi air, dapat tumbuh di mana saja dan jenisnya bermacam-macam. Kista yang berada di dalam atau permukaan ovarium (indung telur) disebut kista ovarium.
Kista ovarium sering terjadi pada wanita di masa reproduksinya. Sebagian besar kista terbentuk karena perubahan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kita sering denger istilah kista, kista adalah suatu kantong berisi cairan, <span style="font-size: x-small;font-family: Verdana">kista seperti balon berisi air, dapat tumbuh di mana saja dan jenisnya bermacam-macam. Kista yang berada di dalam atau permukaan ovarium (indung telur) disebut kista ovarium.<br />
Kista ovarium sering terjadi pada wanita di masa reproduksinya. Sebagian besar kista terbentuk karena perubahan kadar hormon yang terjadi selama siklus haid, produksi dan pelepasan sel telur dari ovarium. </span></p>
<p><span style="font-size: x-small"><span style="font-family: Verdana"><strong><span id="more-10"></span>Gejala-gejala<br />
</strong>Sebagian besar kista ovarium tidak menimbulkan gejala, atau hanya sedikit nyeri yang tidak berbahaya. Tetapi adapula kista yang berkembang menjadi besar dan menimpulkan nyeri yang tajam.</span></span><br />
<span style="font-size: x-small;font-family: Verdana">Gejala-gejala berikut mungkin muncul bila Anda mempunyai kista ovarium: </span></p>
<ul>
<li>Perut terasa penuh, berat, kembung</li>
<li>Tekanan pada dubur dan kandung kemih (sulit buang air kecil)</li>
<li>Haid tidak teratur</li>
<li>Nyeri panggul yang menetap atau kambuhan yang dapat menyebar ke punggung bawah dan paha.</li>
<li>Nyeri sanggama</li>
<li>Mual, ingin muntah, atau pengerasan payudara mirip seperti pada saat hamil.</li>
</ul>
<p><strong><span style="font-size: x-small;font-family: Verdana">Jenis-jenis kista ovarium<br />
</span></strong><strong>Kista fungsional</strong><br />
Kista yang terbentuk dari jaringan yang berubah pada saat fungsi normal haid. Kista normal ini akan mengecil dan menghilang dengan sendirinya dalam kurun 2-3 siklus haid. Terdapat 2 macam kista fungsional: kista folikular dan kista korpus luteum.</p>
<ol>
<li>
<ul>
<li><strong>Kista folikular</strong><br />
Folikel sebagai penyimpan sel telur akan mengeluarkan sel telur pada saat ovulasi bilamana ada rangsangan LH (Luteinizing Hormone). Pengeluaran hormon ini diatur oleh kelenjar hipofisis di otak. Bilamana semuanya berjalan lancar, sel telur akan dilepaskan dan mulai perjalannya ke saluran telur (tuba falloppi) untuk dibuahi. Kista folikuler terbentuk jika lonjakan LH tidak terjadi dan reaksi rantai ovulasi tidak dimulai, sehingga folikel tidak pecah atau melepaskan sel telur, dan bahkan folikel tumbuh terus hingga menjadi sebuah kista. Kista folikuler biasanya tidak berbahaya, jarang menimbulkan nyeri dan sering hilang dengan sendirinya antara 2-3 siklus haid.</li>
<li><strong>Kista korpus luteum<br />
</strong>Bilamana lonjakan LH terjadi dan sel telur dilepaskan, rantai peristiwa lain dimulai. Folikel kemudian bereaksi terhadap LH dengan menghasilkan hormon estrogen dan progesteron dalam jumlah besar sebagai persiapan untuk pembuahan. Perubahan dalam folikel ini disebut korpus luteum. Tetapi, kadangkala setelah sel telur dilepaskan, lubang keluarnya tertutup dan jaringan-jaringan mengumpul di dalamnya, menyebabkan korpus luteum membesar dan menjadi kista. Meski kista ini biasanya hilang dengan sendiri dalam beberapa minggu, tetapi kista ini dapat tumbuh hingga 4 inchi (10 cm) diameternya dan berpotensi untuk berdarah dengan sendirinya atau mendesak ovarium yang menyebabkan nyeri panggul atau perut. Jika kista ini berisi darah, kista dapat pecah dan menyebabkan perdarahan internal dan nyeri tajam yang tiba-tiba.</li>
</ul>
</li>
<li><strong>Kista dermoid </strong><br />
Kista ovarium yang berisi ragam jenis jaringan misal rambut, kuku, kulit, gigi dan lainnya. Kista ini dapat terjadi sejak masih kecil, bahkan mungkin sudah dibawa dalam kandungan ibunya. Kista ini biasanya kering dan tidak menimbulkan gejala, tetapi dapat menjadi besar dan menimbulkan nyeri.</li>
<li><strong>Kista endometriosis </strong><br />
Kista yang terbentuk dari jaringan endometriosis (jaringan mirip dengan selaput dinding rahim yang tumbuh di luar rahim) menempel di ovarium dan berkembang menjadi kista. Kista ini sering disebut juga sebagai kista coklat endometriosis karena berisi darah coklat-kemerahan. Kista ini berhubungan dengan penyakit endometriosis yang menimbulkan nyeri haid dan nyeri sanggama.</li>
<li><strong>Kistadenoma<br />
</strong>Kista yang berkembang dari sel-sel pada lapisan luar permukaan ovarium, biasanya bersifat jinak. Kistasenoma dapat tumbuh menjadi besar dan mengganggu organ perut lainnya dan menimbulkan nyeri.</li>
</ol>
<li><strong>Polikistik ovarium </strong><br />
Ovarium berisi banyak kista yang terbentuk dari bangunan kista folikel yang menyebabkan ovarium menebal. Ini berhubungan dengan penyakit sindrom polikistik ovarium yang disebabkan oleh gangguan hormonal, terutama hormon androgen yang berlebihan. Kista ini membuat ovarium membesar dan menciptakan lapisan luar tebal yang dapat menghalangi terjadinya ovulasi, sehingga sering menimbulkan masalah infertilitas.</li>
<p><strong>Pemeriksaan dan diagnosis </strong><br />
Pemastian diagnosis untuk kista ovarium dapat dilakukan dengan pemeriksaan:</p>
<ol>
<li>Ultrasonografi (USG)<br />
Tindakan ini tidak menyakitkan, alat peraba (<em>transducer</em>) digunakan untuk mengirim dan menerima gelombang suara frekuensi tinggi (ultrasound) yang menembus bagian panggul, dan menampilkan gambaran rahim dan ovarium di layar monitor. Gambaran ini dapat dicetak dan dianalisis oleh dokter untuk memastikan keberadaan kista, membantu mengenali lokasinya dan menentukan apakah isi kista cairan atau padat. Kista berisi cairan cenderung lebih jinak, kista berisi material padat memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.</li>
<li>Laparoskopi</li>
<li>Dengan laparoskopi (alat teropong ringan dan tipis dimasukkan melalui pembedahan kecil di bawah pusar) dokter dapat melihat ovarium, menghisap cairan dari kista atau mengambil bahan percontoh untuk biopsi.<br />
<strong>Penyulit (komplikasi)</strong><br />
Kista ovarium tidak berbahaya selama kondisi jinak, tetapi kista dapat membesar yang menyebabkan nyeri di bagian perut. Pada beberapa kasus penyakit ini dapat menggangu produksi hormon-hormon dari ovarium dan menghasilkan perdarahan iregular dari vagina dan peningkatan rambut tubuh. Jika kista atau tumor membesar dan menekan kandung kemih, Anda akan berkemih lebih sering karena kapasitas kandung kemih berkurang. Kista ovarium dapat berbahaya bilamana kista berubah menjadi ganas, karena itu semua kista harus diperiksa oleh dokter. <strong>Pengobatan</strong><br />
Pengobatan yang dilakukan bergantung pada umur, jenis dan ukuran kista dan gejala-gejala yang diderita. Beberapa pilihan pengobatan yang mungkin disarankan:</li>
<li><strong>Pendekatan <em>wait and see</em></strong><br />
Jika wanita usia reproduksi yang masih ingin hamil, berovulasi teratur, tanpa gejala, dan hasil USG menunjukkan kista berisi cairan, dokter tidak memberikan pengobatan apapun dan menyarankan untuk pemeriksaan USG ulangan secara periodik (selang 2-3 siklus haid) untuk melihat apakah ukuran kista membesar. Pendekatan ini juga menjadi pilihan bagi wanita pascamenopause jika kista berisi cairan dan diameternya kurang dari 5 cm.</li>
<li><strong>Pil kontrasepsi</strong><br />
Jika terdapat kista fungsional, pil kontrasepsi yang digunakan untuk mengecilkan ukuran kista. Pemakaian pil kontrasepsi juga mengurangi peluang pertumbuhan kista.</li>
<li><strong>Pembedahan</strong><br />
Jika kista besar (diameter &gt; 5 cm), padat, tumbuh atau tetap selama 2-3 siklus haid, atau kista yang berbentuk iregular, menyebabkan nyeri atau gejala-gejala berat, maka kista dapat dihilangkan dengan pembedahan. Jika kista tersebut bukan kanker, dapat dilakukan tindakan miomektomi untuk menghilangkan kista dengan ovarium masih pada tempatnya. Jika kista tersebut merupakan kanker, dokter akan menyarankan tindakan histerektomi untuk pengangkatan ovarium.</li>
</ol>
<p><map name='google_ad_map_10_c52fde7440436d98'>
<area shape='rect' href='http://imageads.googleadservices.com/pagead/imgclick/10?pos=0' coords='1,2,367,28' />
<area shape='rect' href='http://services.google.com/feedback/abg' coords='384,10,453,23'/></map>
<img usemap='#google_ad_map_10_c52fde7440436d98' border='0' src='http://imageads.googleadservices.com/pagead/ads?format=468x30_aff_img&amp;client=&amp;channel=&amp;output=png&amp;cuid=10&amp;url= http%3A%2F%2Fshella.wa2n.web.id%2F2009%2F01%2F28%2Fkista%2F' /></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shella.wa2n.web.id/2009/01/28/kista/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
